Over Head Projektor (OHP) yang Menjadi Sampah Elektronik
HL | 02 May 2012 | 14:01
Saya masih ingat
ketika dulu belajar di bangku sekolah sering menggunakan OHP. Apa itu
OHP? OHP adalah kepanjangan dari Over Head Projektor. OHP berguna untuk memproyeksikan media transparan kearah layar, dengan hasil gambar yang cukup besar.
ilustrasi/admin direct.sanwa.co.jp
Kegunaan alat
ini untuk mempermudah penyampaian materi dalam sebuah presentasi.
Mempermudah dalam penyampaian sebuah materi di depan khalayak.
OHP secara umum digunakan untuk pengganti papan tulis dengan menggunakan pen khusus yang ditulis pada lembaran transparan.
Saya masih dulu
saya suka menulis dan menjelaskan presentasi dengan menggunakan OHP ini.
kebetulan saya suka pelajaran biologi. Maka saya suka meminta guru
untuk menyediakan lembaran transparan untuk ditulisi bahan pelajaran
yang akan diperagakan menggunakan OHP.
Kebetulan
tulisan tangan saya juga tergolong rapi dan bagus. Banyak guru dan
teman-teman yang berkata seperti itu. ditambah lagi saya juga hobi
menggambar. Karena pelajaran biologi banyak berisi tentang hewan dan
tumbuhan yang bisa dijadikan gambar pelengkap dalam lembaran transparan
untuk presentasi OHP. Saking mantapnya hasil lembaran yang saya tulis di
lembaran transparan itu, guru biologi waktu di SMA memintanya dan
sekarang menjadi hak miliknya. Saya tidak tahu apakah hingga karya saya
itu masih beliau simpan atau tidak.
Yang jelas
seperti itulah pengalaman yang saya alami ketika belajar menggunakan
OHP. Karena OHP ini juga banyak mendukung dan memberikan manfaat dalam
belajar.
Itu sih dulu…
Ketika saya masih duduk di bangku SMP hingga SMA. Penggunaan OHP masih
rutin digunakan. Bahkan hingga sekitar tahun 2010, ketika duduk di kelas
XII, OHP ini masih sering digunakan.
Tapi sekarang
zaman sudah berubah. Sudah jarang yang menggunakan OHP. Karena berbagai
faktor. Mungkin penggunakan OHP masih bisa kita jumpai di daerah-daerah.
Banyak faktor
yang membuat ohp seperti ditinggalkan. Menggunakan OHP memang agak
merepotkan. Saya masih ingat ketika dulu belajar biologi, sebelum
pelajaran dimulai saya sering disuruh guru untuk mengangkat OHP dari
ruang guru ke kelas. Cukup berat juga sih untuk seukuran siswa.
Selain itu bahan
materi yang akan dipresentasikan juga harus dipersiapkan terlebih
dahulu. Musti ditulis di lembar transparan itu dulu. Lembaran transparan
itu tidak menggunakan pena sembarangan melainkan ada pena khusus.
Bayangkan, pasti akan sangat melelahkan jika menulisnya dengan tangan
sampai berlembar-lembar banyaknya.
pena khusus OHP (sumber:alattulisku.com)
Belum lagi masalah penggunaan listrik. Maka banyak faktor yang membuat orang sekarang enggan menggunakan OHP.
Masalah ini juga
saya soroti di kehidupan nyata. saya menyoroti OHP yang ada di kampus.
Dikampus saya saat ini banyak OHP yang tidak digunakan lagi. OHP-OHP itu
jumlahnya cukup banyak namun hanya terlihat seperti sampah elektronik
saja.
Jika di hitung
lumayan juga jumlahnya. Di Fakultas ada 4 lantai. Setiap lantai ada
sekitar delapan hingga sepuluh kelas yang digunakan untuk perkuliahan.
Dari sekian banyak kelas masih banyak dijumpai keberadaan OHP. OHP-OHP
itu hanya diam membisu di depan kelas tak lagi dilirik sama sekali.
OHP yang tidak lagi terpakai hanya menjadi seperti sampah elektronik (dok. pribadi)
OHP yang ada di depan kelas OHP yang tidak lagi dipakai (dok. pribadi)
hanya terajang indah di depan kelas (dok. pribadi)
Apa boleh buat..
sekarang zaman sudah semakin maju. Perkembangan teknologi semakin
pesat. Selalu ada perubahan dari inovasi-inovasi yang dikembangkan. Jika
inovasi yang baru lebih efisien daripada teknologi yang lama tentu
keberadaan teknologi yang lama akan ditinggalkan.
karena OHP
penggunaannya sudah kurang efisien lagi maka digantikan dengan
penggunaan layar LCD. Sekarang ini dunia pendidikan sedang menggunakan
layar LCD. Presentasi tidak lagi dengan OHP. beberapa tahun lagi mungkin
teknologi yang digunakan dalam pendidikan sudah akan digantikan dengan
teknologi yang baru yang lebih canggih dari yang sekarang.
penggunaan OHP diganti dengan LCD (dok. pribadi)
Kembali kita pada masalah OHP tadi. Apakah ada solusi untuk mecegah pemborosan atau pembiaran terhadap OHP itu?
Menurut saya,
lebih baik Ohp-Ohp menganggur itu dikirim ke sekolah-sekolah di daerah
yang belum berkembang. Banyak sekolah yang belum menerapkan teknologi
pendidikan dalam kegiatan pembelajaran. Jangan ditanya tentang layar
Lcd, Ohp saja tidak punya. Kalah dengan masjid yang pernah saya jumpai
di daerah saya. Di kampung saya ada Masjid Raya Batang Tabik yang malah
sudah memasang layar LCD. Mungkin untuk membantu ustadz dalam
memprsentasikan isi ceramahnya di depan jemaah. Keren ya… :)
presentasi di depan kelas dengan LCD (dok. pribadi)
Apakah saran
saya tadi bisa diterima atau tidak saya juga tidak tahu. Daripada OHP
itu menganggur lebih baik disalurkan ke sekolah-sekolah. Mungkin
teknisnya bisa diatur oleh pihak kampus dengan pihak sekolah yang akan
dikasih OHP itu.
Yang jelas
sekarang ini OHP hanya tinggal riwayatnya saja. OHP-OHP itu hanya diam
membisu. Tidak dilirik, hanya mengganggur begitu saja. Hanya seperti
sampah elektronik.
komented en fisited your blog
BalasHapusnais
banyak post nya broo
ga kaya gw
wkwkwkkwkw
sebulan tuh dikit :D
hahaha ane cuma bisa kasih +1 aja ea gan, Thank's for share :)
Hapusyeee..biar sedikit kan asalkan hasil karya sendiri malah lebih bagus ,gw do'ain moga2 blog lw tambah rame deh ..klo gw kan masih newbie jadi postingannya masih kebanyakan kopas..heheheh (padahal aslinya mah punya blognya lebih dari lima tapi sayangnya lupa email ma passwordnya ..ups keceplosandeh..hhehe)
Hapus